Dream

January 31, 2012 at 3:40 am Leave a comment

Orang bilang mimpi itu bunga tidur, tapi semalem mimpi itu terasa sangat nyata sampai jantung tetap berdetak dengan ritme yang tidak menentu setelah gw bangun. Mungkin ada hubungannya juga dengan buku yang tadi sore gw baca, Api Sejarah 2. Buku yang menggambarkan tentang gejolak pergerakan bangsa Indonesia melawan imperialisme modern. Ditambah malam sebelum tidur gw baca ‘The Casebook of Sherlock Holmes’ Sir Arthur Conan Doyle. Mungkin impresi peperangan dan konspirasi menguasai mesin imajinasi gw malam itu.

Tidak begitu jelas kapan mimpi itu dimulai, tapi yang gw inget gw udah ada di suatu ruangan menggendong ransel. Di ruangan itu penuh dengan orang, sebagian begitu familiar dan sebagian lainnya hanya sebagai kumpulan manusia. Dari luar ruangan gw inget ada Bocun dan beberapa orang lagi yang mulai memanggil keluar ruangan satu persatu dari kami yang di dalam ruangan. Nama gw dipanggil, dan diluar Bocun berbisik “perang akan dimulai, buang semua barang yang dibawa, kita akan maju ke depan sama-sama. Jangan takut”. Dengan tetap kebingungan gw digiring masuk ke dalam mobil dan dipersenjatai. Gw takut pada saat itu, menggigil, jantung berdetak dengan cepatnya. Teringat semua dosa yang pernah gw bikin, dan pikiran tentang kematian di medan perang lebih memperparah rasa takut itu. Apa yang bakal gw bilang ke pencipta gw ketika semuanya berakhir dengan satu tembusan peluru di kepala?!. Dari kaca mobil gw bisa liat awan hitam di langit. Lamunan tentang kematian itu buyar ketika Bocun masuk ke dalam mobil yang sama dan duduk di sebelah gw. ‘Ah, setidaknya ada sahabat yang menemani gw sekiranya gw mati pun nanti’ pikiran itu yang pada akhirnya membuat gw tenang.

Dan, gw pun bangun pagi nya dengan jantung yang berdegup. Begitu kuatnya impresi dari mimpi semalem sampe sekarang gw masih bisa ngerasain ketegangan semalem. Sekarang gw bisa lebih empati dengan pahlawan perang Indonesia. Terbayang K.H. Zainal Mustofa dan para santrinya dari pesantren sukamanah yang mencoba melawan tentara Dai Nippon hanya berbekal pedang bambu. Keberanian untuk menyambut malaikat maut untuk suatu prinsip kebenaran. Keberanian yang sekarang hilang, dan hanya dijadikan bahan olok-olok.

Advertisements

Entry filed under: The Kacrut Bacot.

From Dieng With Love True Love Story (part 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Bacotan Anyar

Popularitimeter

  • 16,865 hits
January 2012
M T W T F S S
« Jul   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

%d bloggers like this: